Kamis, 15 September 2016

Wacana Seputar Duplicate Content atau Plagiat content dan Pengaruhnya bagi SEO Blog

Duplicate Content seakan-akan menjadi hal menakutkan, mengerikan, dan membuat stress para blogger. Mereka pun berlomba-lomba mencari solusi mengatasi  Duplicate Content.

Sangat banyak tips mengatasi Duplicate Content, baaaanyak... sudah cek GooglePedia belum...? :)

Sangat baik jika blog kita tidak mengandung Duplicate Content. Namun, tidak perlu panik juga jika blog kita banyak Duplicate Content-nya.

Selama konten blog yang duplicated itu bukan spam, gak masalah. Itu dikatakan langsung Google’s head of search spam, Matt Cutts.

"Saya tidak akan stress tentang ini (duplicate content) kecuali konten yang Anda duplikat itu berbau spam atau pengulangan kata kunci berlebihan (keywords stuffing)," katanya dalam video berikut ini:



Berdasarkan video tersebut , SEL menegaskan, Google’s Matt Cutts: Duplicate Content Won’t Hurt You, Unless It Is Spammy. (Duplicate Content tidak jadi masalah bagi Anda, kecuali jika berbau spam).

    Matt Cutts said twice that you should not stress about it, in the worse non-spammy case, Google may just ignore the duplicate content. Matt said in the video, “I wouldn’t stress about this unless the content that you have duplicated is spammy or keyword stuffing.”


Google berulang kali menyatakan isu duplicate content jarang berbuah penalti. Istilah duplicate content lebih merujuk pada cara Google merangking halaman. Google tidak ingin menampilkan halaman yang sama kepada para pencari dan ingin menunjukkan hasil variatif.

Biar lebih yakin, silakan simak 3 Myths About Duplicate Content --tiga mitos seputar duplicate content.

    So, kesimpulannya, jangan ngurusin banget soal duplicate content, juga hal-hal lain yang sering membuat para blogger "perfectionist" menghabiskan waktu dan pikirannya hanya untuk ngurusin desain dan isu-isu seputar seo lainnya.


Konten adalah raja (content is king) masih berlaku. Dan memang kontenlah yang menjadi pembeda satu blog dengan blog lainnya.

Bayangkan, jika SEMUA blogger menggunakan template seo friendly, skor seo 100%, sama-sama fast loading 0,1 detik misalnya, juga sama-sama menulis posting dengan kata kunci yang sama, lalu bagaimana Google merangkingnya di SERP?

Jelas, konten is the raja, isi dalah the king, eh... isi atau kualitas isi blog adalah faktor seo nomor satu bagi blog.