Selasa, 27 September 2016

MobileGeddon Akan Mengacaukan Pemenang di Pencarian Google

Mobilegeddon Google 2015
ALGORITMA baru Google yang mulai berlaku hari ini, Rabu 21 April 2015, bertepatan dengan Hari Kartini di Indonesia, akan mengacaukan para pemenang di Pencarian Google. "Mobilegeddon' could cause disruption in Google search winners," tulis USA Today.

Disebutkan, jika trafik situs web Anda tiba-tiba menurun tajam Selasa (20/4/2015), Anda bisa menyalahkan Mobilegeddon.

Google, yang mendominasi pencarian online, meluncurkan algoritma baru yang mengistimewakan situs/blog yang ramah mobil (mobile friendly) alias responsive. Itu artinya, para pengguna internet yang menggunakan SmartPhone mungkin tidak akan menemukan situs favoritnya di peringkat atas (top of the rankings), jika situs tersebut tidak responsive.

    Search giant Google, which has a 65% market share of U.S. Internet searches, wants sites to load quickly and be easy to navigate on a mobile phone. (USA Today)


Google digunakan oleh 65% pengguna di Amerika Serikat, mungkin juga di seluruh dunia. Artinya, mayoritas pengguna internet menggunakan Google untuk mencari informasi di internet.

Google, dengan algoritma barunya itu, ingin situs web tampil cepat dan mudah dibuka di ponsel, HP, atau SmartPhone. Google melakukan itu karena ngin konsumen "menemukan konten yang tidak hanya relevan dan aktual, tapi juga mudah dibaca dan mudah diakses di layar mobile yang lebih kecil".

MobileGeddon tidak akan berpengaruh terhadap hasil pencarian di desktop. "The update will not affect results from desktop searches," kata Google.

Google menyediakan "Mobile-Friendly" test page untuk membantu para blogger atau webdeveloper untuk memastikan situsnya responsive dan tidak kena dampak MobileGeddon. The URL: https://www.google.com/webmasters/tools/mobile-friendly/

Situs Web atau blog yang tidak mobile friendly akan dihukum. "Situs web yang tidak bisa diakses dengan baik di smartphone akan mulai dihukum oleh semua mesin pencari yang powerful milik Google," tulis situs CNBC.